i love you dad..

070515bungaLast night, i got to say “I LOVE YOU DAD” to my dear father. thank you for coming into my dream dad.. i have never had such a beautiful dream for as long as i remember. you looked so great dad, you and your smiling face, in your white shiny shirt… you were like an angel to me. i was so happy that i could talk to you dad, asking how you doing and what would you like to eat.

i was so happy to be able to see you again dad, and to say i love you….even only in my dream.

saying “i love you” was something that i have never done to my parents in their living years. if you were raised in a chinese family then you would probably understand why i never did that. we were never raised to be expressive with our feelings, at least not in my generation. the younger generations are more expressive nowadays.

i remember when i was little, i would be so shy when my dad asked me and my brother to give him a good night kiss, then my dad would say “okay, no candies for you tomorrow”, and that would make us run to him and gave him a quick squeeze on the chin and rushed back into our bed again. physical contact with a father figure was not something we often had in our days, that’s why.

even though the words have never been said, deep down in our heart we love them dearly and they knew that.

 

minim hiburan

yaa, tau-tau sudah setahun lebih tidak menulis… sebegitu cepatnya waktu berlalu, dan ternyata sudah 8 tahun usia blog ini, blog yg hidup segan mati tak mau 😉

ada yg bilang bahwa “creating a blog is easy, but keeping it alive is an art”, barangkali ada benernya juga. tapi gak pa2 dee… menulis hanya kalo lagi mood saja (atau karena lagi galau haha..), krn ini toh bukan blog komersil, jadi gak kayak musti kejar setoran gitu. kalo membaca kembali postingan2 yg dulu pas baru pindah ke sini jadinya suka geli sendiri, jaman2 masih galau begitu 🙂

nasib tinggal di kota kecil di norwegia, kalo lagi liburan agak panjang gini suka mati gaya nggak tau mau ngapain. mau ke mall kagak ada yg buka, mau berkunjung ke rumah temen, kagak ada yg ngundang, mau mengundang temen ke rumah, males masaknya, jadinya ya gitu dee…

tapi bersyukur sekali karena tempat2 penjual tanaman (nursery) banyak yg buka walaupun lagi libur begini. pas kemarin itu kita mengunjungi 4 tempat penjual tanaman, tapi kebanyakan masih belum banyak tanamannya krn cuaca masih lumayan dingin.

senang sekali pas mengunjungi tempat yg ke 4, ketemu tanaman spt daun kemangi (basil), dan ternyata memang kemangi loh, thai basil kata si penjual. selain membeli kemangi, kita juga membeli bibit salat dan spinach dan ms K juga dapat bunga tulip dari si ibu penjaga toko yg baik hati dan tidak sombong itu 🙂

sudah tidak sabar ingin mulai menanam di greenhouse yg baru kita bangun bulan oktober lalu. akhirnya tercapai juga keinginan untuk memiliki greenhouse. walaupun pengalaman masih minim dalam bercocok tanam khususnya di negara dingin, but it’s a good start 🙂

kadang suka kepengen beli rumah di daerah perkampungan dengan tanah yg luas sehingga bisa berkebun, beternak dan lain sebagainya… tetapi kasihan pula dengan K, nanti gak ada temen maen dan jauh sekolahnya.

yaa, maybe some day, who knows 🙂

cita-cita

setiap orang pastilah mempunyai cita-cita… apalagi ketika kita masih kecil, seringkali dengan semangat 45 kita menjawab apabila ibu atau bapak guru bertanya apa cita-cita kita ketika kita besar nanti.

apa cita-cita anda ketika kecil dulu? masih ingatkah anda? apakah anda saat ini menjadi apa yg telah anda cita-citakan dulu? atau setidaknya mendekati? apabila jawaban anda adalah ya, maka anda sangatlah beruntung sekali…

apabila jawaban anda adalah tidak… anda tidak perlu bersedih, karena anda tidak sendirian 🙂 menurut survey, hanya 9% dari pekerja yg bekerja sesuai dengan cita-cita masa kecil mereka.

dan aku adalah salah satu dari yg melenceng jauh dari cita-cita masa kecil.

cita-citaku waktu kecil…

sederhana saja…

aku ingin menjadi guru dan ingin ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, begitulah kira2… tetapi akhirnya malah ikutan terbawa arus mainstream juga, yaitu: kuliahlah di jurusan yg paling gampang mencari pekerjaan dan bayarannya okay… maka jadilah aku seorang akuntan. not bad, setidak-tidaknya i love working with numbers.

walaupun sudah bekerja dengan gaji lumayan, aku sempat juga mencoba untuk meraih cita-citaku kembali, aku ingin mengikuti panggilan jiwaku. jadi sempat juga aku melamar untuk menjadi dosen saja di kampusku dulu. begitu ditantang dengan masalah income oleh dosen2 yg mewawancaraiku, hatiku menciut kembali…. ya, comfort zone itu memang berbahaya.

untuk waktu yg lama… aku pikir aku telah melupakan cita-citaku. beberapa waktu yg lalu, aku menemukan foto ini di bahan presentasi menteri pendidikan kita yg baru.

foto yg sangat mengharukan sekaligus menggugah dan membuat hati ini terenyuh…. rasanya aku ingin berada di sana bersama mereka.

2014-12-02_194514

tapi entah kapan…. mungkin suatu hari nanti, mungkin juga hal itu tidak akan pernah terjadi

kadang rasanya hidup ini sia-sia saja… kadang aku suka bertanya kepada suami. apakah dia puas dgn apa yg dia lalukan, tidakkah dia ingin seperti para penerima hadiah noble yg melakukan sesuatu untuk mengubah dunia?

jawabannya enteng saja… 🙂 katanya kita hidup di dunia ini seperti puzzle.. ada keping puzzle yg bergambar, dan lebih banyak lagi adalah hanya keping puzzle pelengkap, namun seluruh keping puzzle memiliki peran yg sama pentingnya. karena puzzle tidak akan selesai tanpa keping pelengkap…. begitulah kira2. jadi kesimpulannya, suami cukup puas hanya sbg peran pelengkap 😉

sedangkan aku ?? kadang2 masih suka bertanya-tanya, dan berandai-andai 🙂

mari membaca

membaca adalah salah satu hobby yg telah lama terlupakan setelah aku berstatus sebagai ibu rumah tangga. dulu waktu masih tinggal di indonesia, aku lumayan senang membaca. yaa… abis mau ngapain lagi ya, namanya juga jomblo… selain kerja dan cuci mata ke mall2, ya membaca 🙂

eng ing eng… ini dia majalah berbahasa norway pertama yg aku langganan. yup, setelah hampir 7 th tinggal di sini, akhirnya entah dari mana datang juga hasrat untuk berlangganan majalah berbahasa norway… hmmm, kayaknya uda mulai berintegrasi nih 😉

ini adalah majalah reader’s digest versi norwegia… dan entah mengapa kok diberi nama “det beste – reader’s digest”. sempat kaget juga begitu hubby menyerahkan majalah tersebut 2 hari yg lalu, kok ya covernya begitu nyeremin… kepala ikan HIU 😆

IMG_5809

 

dulu itu waktu masih ngantor, reader’s digest adalah salah satu majalah favoritku, selain itu juga senang membaca majalah design interior, tabloid ekonomi, koran kompas dan kadang2 cosmo… ya, majalah cosmo yg slogannya “fun and fearless female” rasanya lumayan cocok dengan kepribadianku waktu itu 😉

tiba2 jadi rindu dengan kehidupan sbg gadis metropolitan…

drama di frankfurt airport

060111globekisah ini terjadi pada saat liburan pertama bersama K ke indonesia di awal tahun 2012. ketika itu K masih berusia 10 bulan. senangnya hati ini karena sudah lama sekali nggak pulang ditambah lagi dengan K untuk pertama kalinya bertemu keluarga di indonesia.

pada perjalanan pulang ke norway, aku travel sendirian bersama K karena suami sudah kembali ke norway 3 minggu sebelumnya. dengan penuh percaya diri aku menggendong K sambil menenteng 2 koper menuju singapore, pemberhentian kita yg pertama. perjalanan dari tempatku di pulau bintan menuju singapore boleh dikatakan tanpa masalah karena kakak2ku bisa bantu bawain koper sampai ke dalam kapal ferry.

nah, sesampainya di singapore ini yg agak repot karena trolley tidak bisa didorong sampai ke tujuan akhir, jadi koper sudah musti diangkut manual ketika hendak memasuki daerah mengecekan passport. beruntung ada bapak2 yg baik hati bantuin ngangkut waktu itu 😉

sepupu yg menjemput di ferry terminal singapur sampai salut ketika melihat aku yg menggendong bayi sambil menyeret koper yg lumayan berat. ketika sampai di changi airport aku ketemu seorang teman yg kita sudah janjian untuk ketemuan. komentar si teman setelah mengamati penampilanku pada saat itu kira2 spt ini: eh, kamu kok cara berpakaiannya sekarang jadi mirip orang dari cina ya? (mungkin kayak encim2 gitu maksudnya) lol.

ya, memang diakui apa yg dikatakan temanku itu benar adanya. tidak seperti orang2 pada umumnya (terutama para kaum perempuan) yg suka berpenampilan kayak mau ke acara pesta ketika naik pesawat, aku lebih memilih memakai pakaian yg nyaman seperti atasan kaos lengan panjang dan celana panjang bahan kaos juga.. ya, lebih seperti orang mau berangkat tidur gitu dee kira2 🙂

selama kurang lebih 12 jam penerbangan dari changi menuju frankfurt aku menggendong K di pangkuan karena dia tidak mau tidur di bassinet.. terus apesnya aku lagi kena diare pas di dalam pesawat… jadi bisa dibayangkan ya, menggendong bayi sambil keluar masuk toilet pesawat yg sempit itu.. dan bukan cuma sekali loh, tetapi 3 kali.. sungguh perjalanan pulang yg melelahkan.

leganya hati ini ketika pesawat mendarat di frankfurt airport karena suami telah menunggu di sana. antri di counter pemeriksaan passport cukup panjang.. saat itu sempat bingung mau antri di jalur yg mana… karena K punya passport norwegian, so kalo ngantri di jalur bule2 pasti lebih cepat prosesnya. tetapi karena kurang pede, pilihan akhirnya jatuh di passport laennya dengan jalur antri yg lumayan panjang dan lama.

sedikit flashback waktu kita masih di indonesia…

suami yg sudah pulang duluan ke norway kirimin surat lahir K lewat email. katanya ini surat harus diprint dan dibawa pas aku pulang bersama K nanti. aku tanya kenapa? dia bilang buat jaga2 aja… soalnya dia iseng2 google, katanya ada kejadian apa gitu dee… yg berhubungan dengan ibu dan anak beda warga negara… dalam hati ku pikir suami terlalu mengada-ada deh.

kembali ke pemeriksaan imigrasi di frankfurt…

pas nyampe giliran kita, nih petugas periksanya pake lama dan pake banget. kok ya gak kasian sama ibu2 yg uda lusuh dan capek gendong bayi. kmd si petugas ini nanya, apakah aku punya surat lahirnya K. ooo… berarti apa yg dikhawatirkan suami ternyata benar2 terjadi akhirnya. setelah aku menyerahkan surat lahir K dengan penuh percaya diri, si petugas ternyata masih curiga juga.. sampe pake acara nerawang2 itu dokumen terus minta advice sama petugas di sebelahnya. akhirnya aku jadi sebel juga kan, karena diliatin orang banyak. terus aku nanya dong, apa masalahnya? dia cuma bilang, ayo mari ikut saya ke kantor.

waduh… jadi tambah panik dan naik darah akhirnya, karena merasa dicurigai sebagai criminal dan diremehkan… mentang2 penampilanku yg biasa2 saja dan aku berasal dari asia kali ya??

terus aku pun diinterogasi sama si petugas… dalam hati kok ya bisa2nya aku dicurigai? apa dia pikir aku bawa kabur anak orang?? sangking gak tahannya aku sampe ngomong bahwa ini anakku benar… and doesn’t she look like me?? hahaha… kalo dipikir-pikir jadinya lucu juga, karena anakku kayaknya gak mirip2 banget sama aku lol.

terus aku bilang deh, kalo suami sudah menunggu di luar dan kalo gak percaya silahkan telpon sendiri. setelah dia telpon suami, baru deh kita diantar keluar. terus dia ngomong bla…bla… pernah ada kasus apa gitu, aku sih uda gak konsen dengerin dia, pengennya cepat2 keluar dari situ.

begitu ketemu sama suami, gak tahan aku langsung nangis di hadapan suami, uda gak perduli dengan pandangan heran orang2 di sekeliling… belum pernah seumur hidup merasa begitu diremehkan dan dilecehkan… sungguh keterlaluan. seharusnya mereka itu bisa ngecek kalo sebulan yg lalu aku keluar lewat frankfurt juga bersama anakku. benar2 oon juga tu petugas… iya, ganteng tapi oon hahaha…

setelah itu aku tanya ke suami, emang ngomong apa sama si petugas tadi? (karena mrk ngomong pake bhs jerman). suami bilang, dia cuma ditanya apakah sedang menunggu seseorang.. dgn begitu suami uda langsung ngeh dan langsung deh suami sebutin nama lengkap dan tanggal lahir istri dan anaknya ke si petugas lol.

setelah kejadian itu, akhirnya jadi berpikir… apa aku dicurigai karena penampilanku yg lecek dan seadanya??? apakah jadi separah itu penampilanku yg sekarang setelah aku menjadi ibu RT???  mungkin ada ya korelasinya antara penampilan dan tingkat kecepatan lewat dari petugas imigrasi 😀

 

 

wrong place, wrong time

4bdalam keseharian, seringkali kita berada dalam kondisi di mana keselamatan kita sangat tergantung pada orang lain dan pada faktor2 di luar pengendalian kita.. seperti ketika kita sedang naik kendaraan umum, kita seperti menitipkan nyawa pada supir atau pilot. begitu juga ketika kita sendiri yg mengendarai mobil misalnya.. kita sudah sangat berhati-hati di jalan, tetapi bisa saja pengemudi lain yg menabrak kita.

“to be in the wrong place at the wrong time… ”

begitulah kira2 ungkapan bagi para penumpang dan crew yg on board di MH370 yg sudah dua bulan menghilang entah kemana… juga bagi mereka yg berada di ferry sewol milik korea selatan yg tenggelam 3  minggu yg lalu.

20 tahun yg lalu, i was in the wrong place at the wrong time juga, namun puji syukur karena aku masih diberi kesempatan untuk hidup lebih lama lagi.

hari itu, tepatnya 2 hari sebelum chinese new year tahun 1994… aku masih kuliah tingkat akhir dan ceritanya lagi pulang kampung untuk merayakan tahun baru imlek. pada hari itu aku sedang berkunjung ke rumah kakakku di kota T dan berencana akan kembali ke rumah kakak yg laen di kota K. Jarak antara kota T dan kota K kira2 40 km yg biasanya ditempuh melalui taksi, dan tau sendiri namanya di kampung pada jaman itu taksi dinaiki bareng rame2 beserta penumpang yg laen.

pas aku ngomong ke kakak bahwa aku sudah mau pulang ke kota K, kakakku pun menyuruh aku agar nanti saja pulangnya agak sorean.. yaa, aku pun okay2 aja dong. memang yg namanya nasib itu nggak bisa dihindari kayaknya. coba kalau pulangnya sesuai rencana, maka aku tidak akan menaiki taksi yg naas itu dan aku tidak akan mengalami kecelakaan tsb. dan bisa2nya aku duduk di depan di samping supir pula pd waktu itu.

tapi walau bagaimanapun aku masih selalu merasa beruntung… (indonesian banget yaa ha2…) kenapa beruntung? aku yg biasanya kalo naek mobil gak pernah bisa tidur karena mabuk mobil, herannya pada hari itu aku bisa-bisanya ketiduran.. jadi begitu bangun aku sudah berada di rumah sakit.. sehingga aku nggak tahu bagaimana kecelakaan itu terjadi… hitung2 mengurangi trauma.. 😉

jadi ceritanya samar2 aku mendengar namaku dipanggil-panggil… begitu sadar aku melihat kakakku dan suaminya lagi berdiri di samping ranjang dan aku terbaring di ranjang entah di mana. sangking bingungnya aku pun bertanya ini dimana? terus langsung deh kakakku bilang ke suaminya “tuh kan dia lupa, dia nggak ingat !” sambil dia mulai menangis. terus kakak ipar bercerita kalo aku ada di rumah sakit di kota K. terus aku masih bingung dan bertambah bingung melihat kakakku dan bertanya lagi “bukannya aku lagi kuliah di jakarta ya?” wah, tambah heboh deh kakakku karena dia pikir aku mengalami gegar otak pada waktu itu.

beberapa saat kemudian… ingatanku baru mulai pulih, samar2 aku ingat kalau aku lagi pulang kampung dan bayangan sepintas aku lagi naik taksi dan hujan menerpa kaca jendela mobil dan aku ketiduran, hanya itu yg aku ingat dari kecelakaan tersebut.

ternyata pada hari yg naas itu taksi yg kami naikki ditabrak sebuah truck dari arah berlawanan.. puji tuhan sepertinya semua penumpang selamat. secara detailnya seperti apa aku sih gak pernah nanya dan gak pernah pengen tau juga..

akupun dirawat selama 2 minggu di rumah sakit. mukaku benar2 hancur dengan 27 jahitan. bisakah anda bayangkan… begimana kira2 perasaan seorang gadis belia (ciee… ) dengan muka penuh  jahitan? sungguh pengalaman yg sangat mengerikan untuk diingat… dan tentu saja aku pun selalu bertanya “why me??” pada waktu itu. beruntung suster yg menanganiku cukup lihai dalam jahit-menjahit, skillnya termasuk top untuk skala rumah sakit di kota kecil pada jaman itu, jadinya ketika sembuh mukaku gak berantakan2 amat 🙂 dan itu butuh waktu cukup lama untuk kelihatan normal kembali.

ternyata penderitaanku tidak berakhir sampai di situ… beberapa hari setelah itu, aku pun berangkat ke negara tetangga S untuk check up lebih lanjut. besokannya pas lagi buang air kecil tiba2 darah segar keluar mengucur dengan derasnya… ternyata ada pendarahan di ginjal yg terbentur saat kecelakaan. sekali lagi, beruntung aku berangkat ke negara S pada waktu itu 🙂 pendarahan berlangsung selama beberapa hari, bahkan aku telah membayangkan bahwa aku akan mati… dan aku pun sangat takut, namun akhirnya aku pun pasrah dan sudah siap seandainya tuhan memanggilku… aku sudah benar2 merasa damai.

dari sebuah buku yg pernah aku baca.. ada seorang suster tua yg bercerita bahwa dari pengalamannya dalam merawat pasien, kebanyakan dari mereka pd awal2nya sangat takut akan kematian, namun ketika kematian itu datang menjemput.. sebagian besar dari mereka meninggal dalam damai. aku pikir ini ada benarnya setelah aku sendiri pernah mengalami momen spt itu.

satu kalimat dari dokter yg menangani aku yg aku ingat sampai sekarang “manusia itu tidak segampang itu mati” katanya. mendengar itu semangatku untuk hidup pulih kembali.. and here i am 😉

mungkin karena masih muda waktu itu jadi aku pulih dengan cepat. sebulan kemudian aku sudah kembali ke jakarta untuk kuliah.. namun kejadian tersebut membawa trauma yg berkepanjangan. setiap kali buang air kecil aku selalu melihat ke bawah kalau2 ada darah yg keluar, dan aku sangat takut kalau naik taksi. ketakutan2 tsb berlangsung bertahun-tahun lamanya. itu pula sebabnya aku hingga saat ini tidak berani menyetir mobil. dengan kondisi transportasi ibu kota yg sangat semrawut itu aku bisa bertahan (naik bus, angkot, bajaj dan kadang2 taksi). selama 16 tahun nge-bus di jakarta, i’ve seen it all… mungkin bisa ditulis 1 post khusus pengalaman nge-bus di jakarta 🙂

sekarang ini lagi mikir2 apakah mau belajar nyetir atau kagak… masih bingung. rasanya kok gak masuk logika apabila aku belajar nyetir sedangkan pelayanan transportasi umum di sini begitu bagus.. ya kan?

tidak ada yg pasti di dunia ini, kematian adalah pasti.. namun jika harus mati di dalam kapal yg tenggelam di lautan yg dingin dan gelap… sungguh sangat mengerikan. berhari-hari setelah kejadian ferry yg tenggelam itu aku selalu terbayang-bayang dengan betapa mengerikannya momen2 terakhir yg dihadapi para penumpang yg sebagian besar adalah anak2 sekolah itu.. dan bagaimana keluarga mereka bisa bertahan dalam kondisi spt itu. sungguh suatu cobaan yg sangat berat.

begitu juga dengan para penumpang di pesawat yg hilang itu.. walaupun katanya kalo kecelakaan pesawat, segala sesuatu terjadi dengan sangat cepat sehingga para korban mungkin tidak akan merasakan apa2… but still.

seringkali yg ditinggalkan lebih menderita daripada yg pergi. namun walau bagaimanapun “a living person needs to live”. semoga semuanya pergi dalam damai… dan keluarga diberi kekuatan.

amen..