drama di frankfurt airport

060111globekisah ini terjadi pada saat liburan pertama bersama K ke indonesia di awal tahun 2012. ketika itu K masih berusia 10 bulan. senangnya hati ini karena sudah lama sekali nggak pulang ditambah lagi dengan K untuk pertama kalinya bertemu keluarga di indonesia.

pada perjalanan pulang ke norway, aku travel sendirian bersama K karena suami sudah kembali ke norway 3 minggu sebelumnya. dengan penuh percaya diri aku menggendong K sambil menenteng 2 koper menuju singapore, pemberhentian kita yg pertama. perjalanan dari tempatku di pulau bintan menuju singapore boleh dikatakan tanpa masalah karena kakak2ku bisa bantu bawain koper sampai ke dalam kapal ferry.

nah, sesampainya di singapore ini yg agak repot karena trolley tidak bisa didorong sampai ke tujuan akhir, jadi koper sudah musti diangkut manual ketika hendak memasuki daerah mengecekan passport. beruntung ada bapak2 yg baik hati bantuin ngangkut waktu itu 😉

sepupu yg menjemput di ferry terminal singapur sampai salut ketika melihat aku yg menggendong bayi sambil menyeret koper yg lumayan berat. ketika sampai di changi airport aku ketemu seorang teman yg kita sudah janjian untuk ketemuan. komentar si teman setelah mengamati penampilanku pada saat itu kira2 spt ini: eh, kamu kok cara berpakaiannya sekarang jadi mirip orang dari cina ya? (mungkin kayak encim2 gitu maksudnya) lol.

ya, memang diakui apa yg dikatakan temanku itu benar adanya. tidak seperti orang2 pada umumnya (terutama para kaum perempuan) yg suka berpenampilan kayak mau ke acara pesta ketika naik pesawat, aku lebih memilih memakai pakaian yg nyaman seperti atasan kaos lengan panjang dan celana panjang bahan kaos juga.. ya, lebih seperti orang mau berangkat tidur gitu dee kira2 🙂

selama kurang lebih 12 jam penerbangan dari changi menuju frankfurt aku menggendong K di pangkuan karena dia tidak mau tidur di bassinet.. terus apesnya aku lagi kena diare pas di dalam pesawat… jadi bisa dibayangkan ya, menggendong bayi sambil keluar masuk toilet pesawat yg sempit itu.. dan bukan cuma sekali loh, tetapi 3 kali.. sungguh perjalanan pulang yg melelahkan.

leganya hati ini ketika pesawat mendarat di frankfurt airport karena suami telah menunggu di sana. antri di counter pemeriksaan passport cukup panjang.. saat itu sempat bingung mau antri di jalur yg mana… karena K punya passport norwegian, so kalo ngantri di jalur bule2 pasti lebih cepat prosesnya. tetapi karena kurang pede, pilihan akhirnya jatuh di passport laennya dengan jalur antri yg lumayan panjang dan lama.

sedikit flashback waktu kita masih di indonesia…

suami yg sudah pulang duluan ke norway kirimin surat lahir K lewat email. katanya ini surat harus diprint dan dibawa pas aku pulang bersama K nanti. aku tanya kenapa? dia bilang buat jaga2 aja… soalnya dia iseng2 google, katanya ada kejadian apa gitu dee… yg berhubungan dengan ibu dan anak beda warga negara… dalam hati ku pikir suami terlalu mengada-ada deh.

kembali ke pemeriksaan imigrasi di frankfurt…

pas nyampe giliran kita, nih petugas periksanya pake lama dan pake banget. kok ya gak kasian sama ibu2 yg uda lusuh dan capek gendong bayi. kmd si petugas ini nanya, apakah aku punya surat lahirnya K. ooo… berarti apa yg dikhawatirkan suami ternyata benar2 terjadi akhirnya. setelah aku menyerahkan surat lahir K dengan penuh percaya diri, si petugas ternyata masih curiga juga.. sampe pake acara nerawang2 itu dokumen terus minta advice sama petugas di sebelahnya. akhirnya aku jadi sebel juga kan, karena diliatin orang banyak. terus aku nanya dong, apa masalahnya? dia cuma bilang, ayo mari ikut saya ke kantor.

waduh… jadi tambah panik dan naik darah akhirnya, karena merasa dicurigai sebagai criminal dan diremehkan… mentang2 penampilanku yg biasa2 saja dan aku berasal dari asia kali ya??

terus aku pun diinterogasi sama si petugas… dalam hati kok ya bisa2nya aku dicurigai? apa dia pikir aku bawa kabur anak orang?? sangking gak tahannya aku sampe ngomong bahwa ini anakku benar… and doesn’t she look like me?? hahaha… kalo dipikir-pikir jadinya lucu juga, karena anakku kayaknya gak mirip2 banget sama aku lol.

terus aku bilang deh, kalo suami sudah menunggu di luar dan kalo gak percaya silahkan telpon sendiri. setelah dia telpon suami, baru deh kita diantar keluar. terus dia ngomong bla…bla… pernah ada kasus apa gitu, aku sih uda gak konsen dengerin dia, pengennya cepat2 keluar dari situ.

begitu ketemu sama suami, gak tahan aku langsung nangis di hadapan suami, uda gak perduli dengan pandangan heran orang2 di sekeliling… belum pernah seumur hidup merasa begitu diremehkan dan dilecehkan… sungguh keterlaluan. seharusnya mereka itu bisa ngecek kalo sebulan yg lalu aku keluar lewat frankfurt juga bersama anakku. benar2 oon juga tu petugas… iya, ganteng tapi oon hahaha…

setelah itu aku tanya ke suami, emang ngomong apa sama si petugas tadi? (karena mrk ngomong pake bhs jerman). suami bilang, dia cuma ditanya apakah sedang menunggu seseorang.. dgn begitu suami uda langsung ngeh dan langsung deh suami sebutin nama lengkap dan tanggal lahir istri dan anaknya ke si petugas lol.

setelah kejadian itu, akhirnya jadi berpikir… apa aku dicurigai karena penampilanku yg lecek dan seadanya??? apakah jadi separah itu penampilanku yg sekarang setelah aku menjadi ibu RT???  mungkin ada ya korelasinya antara penampilan dan tingkat kecepatan lewat dari petugas imigrasi 😀

 

 

Advertisements