wrong place, wrong time

4bdalam keseharian, seringkali kita berada dalam kondisi di mana keselamatan kita sangat tergantung pada orang lain dan pada faktor2 di luar pengendalian kita.. seperti ketika kita sedang naik kendaraan umum, kita seperti menitipkan nyawa pada supir atau pilot. begitu juga ketika kita sendiri yg mengendarai mobil misalnya.. kita sudah sangat berhati-hati di jalan, tetapi bisa saja pengemudi lain yg menabrak kita.

“to be in the wrong place at the wrong time… ”

begitulah kira2 ungkapan bagi para penumpang dan crew yg on board di MH370 yg sudah dua bulan menghilang entah kemana… juga bagi mereka yg berada di ferry sewol milik korea selatan yg tenggelam 3  minggu yg lalu.

20 tahun yg lalu, i was in the wrong place at the wrong time juga, namun puji syukur karena aku masih diberi kesempatan untuk hidup lebih lama lagi.

hari itu, tepatnya 2 hari sebelum chinese new year tahun 1994… aku masih kuliah tingkat akhir dan ceritanya lagi pulang kampung untuk merayakan tahun baru imlek. pada hari itu aku sedang berkunjung ke rumah kakakku di kota T dan berencana akan kembali ke rumah kakak yg laen di kota K. Jarak antara kota T dan kota K kira2 40 km yg biasanya ditempuh melalui taksi, dan tau sendiri namanya di kampung pada jaman itu taksi dinaiki bareng rame2 beserta penumpang yg laen.

pas aku ngomong ke kakak bahwa aku sudah mau pulang ke kota K, kakakku pun menyuruh aku agar nanti saja pulangnya agak sorean.. yaa, aku pun okay2 aja dong. memang yg namanya nasib itu nggak bisa dihindari kayaknya. coba kalau pulangnya sesuai rencana, maka aku tidak akan menaiki taksi yg naas itu dan aku tidak akan mengalami kecelakaan tsb. dan bisa2nya aku duduk di depan di samping supir pula pd waktu itu.

tapi walau bagaimanapun aku masih selalu merasa beruntung… (indonesian banget yaa ha2…) kenapa beruntung? aku yg biasanya kalo naek mobil gak pernah bisa tidur karena mabuk mobil, herannya pada hari itu aku bisa-bisanya ketiduran.. jadi begitu bangun aku sudah berada di rumah sakit.. sehingga aku nggak tahu bagaimana kecelakaan itu terjadi… hitung2 mengurangi trauma.. 😉

jadi ceritanya samar2 aku mendengar namaku dipanggil-panggil… begitu sadar aku melihat kakakku dan suaminya lagi berdiri di samping ranjang dan aku terbaring di ranjang entah di mana. sangking bingungnya aku pun bertanya ini dimana? terus langsung deh kakakku bilang ke suaminya “tuh kan dia lupa, dia nggak ingat !” sambil dia mulai menangis. terus kakak ipar bercerita kalo aku ada di rumah sakit di kota K. terus aku masih bingung dan bertambah bingung melihat kakakku dan bertanya lagi “bukannya aku lagi kuliah di jakarta ya?” wah, tambah heboh deh kakakku karena dia pikir aku mengalami gegar otak pada waktu itu.

beberapa saat kemudian… ingatanku baru mulai pulih, samar2 aku ingat kalau aku lagi pulang kampung dan bayangan sepintas aku lagi naik taksi dan hujan menerpa kaca jendela mobil dan aku ketiduran, hanya itu yg aku ingat dari kecelakaan tersebut.

ternyata pada hari yg naas itu taksi yg kami naikki ditabrak sebuah truck dari arah berlawanan.. puji tuhan sepertinya semua penumpang selamat. secara detailnya seperti apa aku sih gak pernah nanya dan gak pernah pengen tau juga..

akupun dirawat selama 2 minggu di rumah sakit. mukaku benar2 hancur dengan 27 jahitan. bisakah anda bayangkan… begimana kira2 perasaan seorang gadis belia (ciee… ) dengan muka penuh  jahitan? sungguh pengalaman yg sangat mengerikan untuk diingat… dan tentu saja aku pun selalu bertanya “why me??” pada waktu itu. beruntung suster yg menanganiku cukup lihai dalam jahit-menjahit, skillnya termasuk top untuk skala rumah sakit di kota kecil pada jaman itu, jadinya ketika sembuh mukaku gak berantakan2 amat 🙂 dan itu butuh waktu cukup lama untuk kelihatan normal kembali.

ternyata penderitaanku tidak berakhir sampai di situ… beberapa hari setelah itu, aku pun berangkat ke negara tetangga S untuk check up lebih lanjut. besokannya pas lagi buang air kecil tiba2 darah segar keluar mengucur dengan derasnya… ternyata ada pendarahan di ginjal yg terbentur saat kecelakaan. sekali lagi, beruntung aku berangkat ke negara S pada waktu itu 🙂 pendarahan berlangsung selama beberapa hari, bahkan aku telah membayangkan bahwa aku akan mati… dan aku pun sangat takut, namun akhirnya aku pun pasrah dan sudah siap seandainya tuhan memanggilku… aku sudah benar2 merasa damai.

dari sebuah buku yg pernah aku baca.. ada seorang suster tua yg bercerita bahwa dari pengalamannya dalam merawat pasien, kebanyakan dari mereka pd awal2nya sangat takut akan kematian, namun ketika kematian itu datang menjemput.. sebagian besar dari mereka meninggal dalam damai. aku pikir ini ada benarnya setelah aku sendiri pernah mengalami momen spt itu.

satu kalimat dari dokter yg menangani aku yg aku ingat sampai sekarang “manusia itu tidak segampang itu mati” katanya. mendengar itu semangatku untuk hidup pulih kembali.. and here i am 😉

mungkin karena masih muda waktu itu jadi aku pulih dengan cepat. sebulan kemudian aku sudah kembali ke jakarta untuk kuliah.. namun kejadian tersebut membawa trauma yg berkepanjangan. setiap kali buang air kecil aku selalu melihat ke bawah kalau2 ada darah yg keluar, dan aku sangat takut kalau naik taksi. ketakutan2 tsb berlangsung bertahun-tahun lamanya. itu pula sebabnya aku hingga saat ini tidak berani menyetir mobil. dengan kondisi transportasi ibu kota yg sangat semrawut itu aku bisa bertahan (naik bus, angkot, bajaj dan kadang2 taksi). selama 16 tahun nge-bus di jakarta, i’ve seen it all… mungkin bisa ditulis 1 post khusus pengalaman nge-bus di jakarta 🙂

sekarang ini lagi mikir2 apakah mau belajar nyetir atau kagak… masih bingung. rasanya kok gak masuk logika apabila aku belajar nyetir sedangkan pelayanan transportasi umum di sini begitu bagus.. ya kan?

tidak ada yg pasti di dunia ini, kematian adalah pasti.. namun jika harus mati di dalam kapal yg tenggelam di lautan yg dingin dan gelap… sungguh sangat mengerikan. berhari-hari setelah kejadian ferry yg tenggelam itu aku selalu terbayang-bayang dengan betapa mengerikannya momen2 terakhir yg dihadapi para penumpang yg sebagian besar adalah anak2 sekolah itu.. dan bagaimana keluarga mereka bisa bertahan dalam kondisi spt itu. sungguh suatu cobaan yg sangat berat.

begitu juga dengan para penumpang di pesawat yg hilang itu.. walaupun katanya kalo kecelakaan pesawat, segala sesuatu terjadi dengan sangat cepat sehingga para korban mungkin tidak akan merasakan apa2… but still.

seringkali yg ditinggalkan lebih menderita daripada yg pergi. namun walau bagaimanapun “a living person needs to live”. semoga semuanya pergi dalam damai… dan keluarga diberi kekuatan.

amen..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “wrong place, wrong time

    • Waaa… maap mbak Hen, da lama gak ngecek blog. Kopi darat kita pun uda terlaksana dgn sukses. Makasih sudah mampir ke Arendal 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s