i love you dad..

070515bungaLast night, i got to say “I LOVE YOU DAD” to my dear father. thank you for coming into my dream dad.. i have never had such a beautiful dream for as long as i remember. you looked so great dad, you and your smiling face, in your white shiny shirt… you were like an angel to me. i was so happy that i could talk to you dad, asking how you doing and what would you like to eat.

i was so happy to be able to see you again dad, and to say i love you….even only in my dream.

saying “i love you” was something that i have never done to my parents in their living years. if you were raised in a chinese family then you would probably understand why i never did that. we were never raised to be expressive with our feelings, at least not in my generation. the younger generations are more expressive nowadays.

i remember when i was little, i would be so shy when my dad asked me and my brother to give him a good night kiss, then my dad would say “okay, no candies for you tomorrow”, and that would make us run to him and gave him a quick squeeze on the chin and rushed back into our bed again. physical contact with a father figure was not something we often had in our days, that’s why.

even though the words have never been said, deep down in our heart we love them dearly and they knew that.

 

Advertisements

cita-cita

setiap orang pastilah mempunyai cita-cita… apalagi ketika kita masih kecil, seringkali dengan semangat 45 kita menjawab apabila ibu atau bapak guru bertanya apa cita-cita kita ketika kita besar nanti.

apa cita-cita anda ketika kecil dulu? masih ingatkah anda? apakah anda saat ini menjadi apa yg telah anda cita-citakan dulu? atau setidaknya mendekati? apabila jawaban anda adalah ya, maka anda sangatlah beruntung sekali…

apabila jawaban anda adalah tidak… anda tidak perlu bersedih, karena anda tidak sendirian 🙂 menurut survey, hanya 9% dari pekerja yg bekerja sesuai dengan cita-cita masa kecil mereka.

dan aku adalah salah satu dari yg melenceng jauh dari cita-cita masa kecil.

cita-citaku waktu kecil…

sederhana saja…

aku ingin menjadi guru dan ingin ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, begitulah kira2… tetapi akhirnya malah ikutan terbawa arus mainstream juga, yaitu: kuliahlah di jurusan yg paling gampang mencari pekerjaan dan bayarannya okay… maka jadilah aku seorang akuntan. not bad, setidak-tidaknya i love working with numbers.

walaupun sudah bekerja dengan gaji lumayan, aku sempat juga mencoba untuk meraih cita-citaku kembali, aku ingin mengikuti panggilan jiwaku. jadi sempat juga aku melamar untuk menjadi dosen saja di kampusku dulu. begitu ditantang dengan masalah income oleh dosen2 yg mewawancaraiku, hatiku menciut kembali…. ya, comfort zone itu memang berbahaya.

untuk waktu yg lama… aku pikir aku telah melupakan cita-citaku. beberapa waktu yg lalu, aku menemukan foto ini di bahan presentasi menteri pendidikan kita yg baru.

foto yg sangat mengharukan sekaligus menggugah dan membuat hati ini terenyuh…. rasanya aku ingin berada di sana bersama mereka.

2014-12-02_194514

tapi entah kapan…. mungkin suatu hari nanti, mungkin juga hal itu tidak akan pernah terjadi

kadang rasanya hidup ini sia-sia saja… kadang aku suka bertanya kepada suami. apakah dia puas dgn apa yg dia lalukan, tidakkah dia ingin seperti para penerima hadiah noble yg melakukan sesuatu untuk mengubah dunia?

jawabannya enteng saja… 🙂 katanya kita hidup di dunia ini seperti puzzle.. ada keping puzzle yg bergambar, dan lebih banyak lagi adalah hanya keping puzzle pelengkap, namun seluruh keping puzzle memiliki peran yg sama pentingnya. karena puzzle tidak akan selesai tanpa keping pelengkap…. begitulah kira2. jadi kesimpulannya, suami cukup puas hanya sbg peran pelengkap 😉

sedangkan aku ?? kadang2 masih suka bertanya-tanya, dan berandai-andai 🙂

mari membaca

membaca adalah salah satu hobby yg telah lama terlupakan setelah aku berstatus sebagai ibu rumah tangga. dulu waktu masih tinggal di indonesia, aku lumayan senang membaca. yaa… abis mau ngapain lagi ya, namanya juga jomblo… selain kerja dan cuci mata ke mall2, ya membaca 🙂

eng ing eng… ini dia majalah berbahasa norway pertama yg aku langganan. yup, setelah hampir 7 th tinggal di sini, akhirnya entah dari mana datang juga hasrat untuk berlangganan majalah berbahasa norway… hmmm, kayaknya uda mulai berintegrasi nih 😉

ini adalah majalah reader’s digest versi norwegia… dan entah mengapa kok diberi nama “det beste – reader’s digest”. sempat kaget juga begitu hubby menyerahkan majalah tersebut 2 hari yg lalu, kok ya covernya begitu nyeremin… kepala ikan HIU 😆

IMG_5809

 

dulu itu waktu masih ngantor, reader’s digest adalah salah satu majalah favoritku, selain itu juga senang membaca majalah design interior, tabloid ekonomi, koran kompas dan kadang2 cosmo… ya, majalah cosmo yg slogannya “fun and fearless female” rasanya lumayan cocok dengan kepribadianku waktu itu 😉

tiba2 jadi rindu dengan kehidupan sbg gadis metropolitan…

drama di frankfurt airport

060111globekisah ini terjadi pada saat liburan pertama bersama K ke indonesia di awal tahun 2012. ketika itu K masih berusia 10 bulan. senangnya hati ini karena sudah lama sekali nggak pulang ditambah lagi dengan K untuk pertama kalinya bertemu keluarga di indonesia.

pada perjalanan pulang ke norway, aku travel sendirian bersama K karena suami sudah kembali ke norway 3 minggu sebelumnya. dengan penuh percaya diri aku menggendong K sambil menenteng 2 koper menuju singapore, pemberhentian kita yg pertama. perjalanan dari tempatku di pulau bintan menuju singapore boleh dikatakan tanpa masalah karena kakak2ku bisa bantu bawain koper sampai ke dalam kapal ferry.

nah, sesampainya di singapore ini yg agak repot karena trolley tidak bisa didorong sampai ke tujuan akhir, jadi koper sudah musti diangkut manual ketika hendak memasuki daerah mengecekan passport. beruntung ada bapak2 yg baik hati bantuin ngangkut waktu itu 😉

sepupu yg menjemput di ferry terminal singapur sampai salut ketika melihat aku yg menggendong bayi sambil menyeret koper yg lumayan berat. ketika sampai di changi airport aku ketemu seorang teman yg kita sudah janjian untuk ketemuan. komentar si teman setelah mengamati penampilanku pada saat itu kira2 spt ini: eh, kamu kok cara berpakaiannya sekarang jadi mirip orang dari cina ya? (mungkin kayak encim2 gitu maksudnya) lol.

ya, memang diakui apa yg dikatakan temanku itu benar adanya. tidak seperti orang2 pada umumnya (terutama para kaum perempuan) yg suka berpenampilan kayak mau ke acara pesta ketika naik pesawat, aku lebih memilih memakai pakaian yg nyaman seperti atasan kaos lengan panjang dan celana panjang bahan kaos juga.. ya, lebih seperti orang mau berangkat tidur gitu dee kira2 🙂

selama kurang lebih 12 jam penerbangan dari changi menuju frankfurt aku menggendong K di pangkuan karena dia tidak mau tidur di bassinet.. terus apesnya aku lagi kena diare pas di dalam pesawat… jadi bisa dibayangkan ya, menggendong bayi sambil keluar masuk toilet pesawat yg sempit itu.. dan bukan cuma sekali loh, tetapi 3 kali.. sungguh perjalanan pulang yg melelahkan.

leganya hati ini ketika pesawat mendarat di frankfurt airport karena suami telah menunggu di sana. antri di counter pemeriksaan passport cukup panjang.. saat itu sempat bingung mau antri di jalur yg mana… karena K punya passport norwegian, so kalo ngantri di jalur bule2 pasti lebih cepat prosesnya. tetapi karena kurang pede, pilihan akhirnya jatuh di passport laennya dengan jalur antri yg lumayan panjang dan lama.

sedikit flashback waktu kita masih di indonesia…

suami yg sudah pulang duluan ke norway kirimin surat lahir K lewat email. katanya ini surat harus diprint dan dibawa pas aku pulang bersama K nanti. aku tanya kenapa? dia bilang buat jaga2 aja… soalnya dia iseng2 google, katanya ada kejadian apa gitu dee… yg berhubungan dengan ibu dan anak beda warga negara… dalam hati ku pikir suami terlalu mengada-ada deh.

kembali ke pemeriksaan imigrasi di frankfurt…

pas nyampe giliran kita, nih petugas periksanya pake lama dan pake banget. kok ya gak kasian sama ibu2 yg uda lusuh dan capek gendong bayi. kmd si petugas ini nanya, apakah aku punya surat lahirnya K. ooo… berarti apa yg dikhawatirkan suami ternyata benar2 terjadi akhirnya. setelah aku menyerahkan surat lahir K dengan penuh percaya diri, si petugas ternyata masih curiga juga.. sampe pake acara nerawang2 itu dokumen terus minta advice sama petugas di sebelahnya. akhirnya aku jadi sebel juga kan, karena diliatin orang banyak. terus aku nanya dong, apa masalahnya? dia cuma bilang, ayo mari ikut saya ke kantor.

waduh… jadi tambah panik dan naik darah akhirnya, karena merasa dicurigai sebagai criminal dan diremehkan… mentang2 penampilanku yg biasa2 saja dan aku berasal dari asia kali ya??

terus aku pun diinterogasi sama si petugas… dalam hati kok ya bisa2nya aku dicurigai? apa dia pikir aku bawa kabur anak orang?? sangking gak tahannya aku sampe ngomong bahwa ini anakku benar… and doesn’t she look like me?? hahaha… kalo dipikir-pikir jadinya lucu juga, karena anakku kayaknya gak mirip2 banget sama aku lol.

terus aku bilang deh, kalo suami sudah menunggu di luar dan kalo gak percaya silahkan telpon sendiri. setelah dia telpon suami, baru deh kita diantar keluar. terus dia ngomong bla…bla… pernah ada kasus apa gitu, aku sih uda gak konsen dengerin dia, pengennya cepat2 keluar dari situ.

begitu ketemu sama suami, gak tahan aku langsung nangis di hadapan suami, uda gak perduli dengan pandangan heran orang2 di sekeliling… belum pernah seumur hidup merasa begitu diremehkan dan dilecehkan… sungguh keterlaluan. seharusnya mereka itu bisa ngecek kalo sebulan yg lalu aku keluar lewat frankfurt juga bersama anakku. benar2 oon juga tu petugas… iya, ganteng tapi oon hahaha…

setelah itu aku tanya ke suami, emang ngomong apa sama si petugas tadi? (karena mrk ngomong pake bhs jerman). suami bilang, dia cuma ditanya apakah sedang menunggu seseorang.. dgn begitu suami uda langsung ngeh dan langsung deh suami sebutin nama lengkap dan tanggal lahir istri dan anaknya ke si petugas lol.

setelah kejadian itu, akhirnya jadi berpikir… apa aku dicurigai karena penampilanku yg lecek dan seadanya??? apakah jadi separah itu penampilanku yg sekarang setelah aku menjadi ibu RT???  mungkin ada ya korelasinya antara penampilan dan tingkat kecepatan lewat dari petugas imigrasi 😀

 

 

wrong place, wrong time

4bdalam keseharian, seringkali kita berada dalam kondisi di mana keselamatan kita sangat tergantung pada orang lain dan pada faktor2 di luar pengendalian kita.. seperti ketika kita sedang naik kendaraan umum, kita seperti menitipkan nyawa pada supir atau pilot. begitu juga ketika kita sendiri yg mengendarai mobil misalnya.. kita sudah sangat berhati-hati di jalan, tetapi bisa saja pengemudi lain yg menabrak kita.

“to be in the wrong place at the wrong time… ”

begitulah kira2 ungkapan bagi para penumpang dan crew yg on board di MH370 yg sudah dua bulan menghilang entah kemana… juga bagi mereka yg berada di ferry sewol milik korea selatan yg tenggelam 3  minggu yg lalu.

20 tahun yg lalu, i was in the wrong place at the wrong time juga, namun puji syukur karena aku masih diberi kesempatan untuk hidup lebih lama lagi.

hari itu, tepatnya 2 hari sebelum chinese new year tahun 1994… aku masih kuliah tingkat akhir dan ceritanya lagi pulang kampung untuk merayakan tahun baru imlek. pada hari itu aku sedang berkunjung ke rumah kakakku di kota T dan berencana akan kembali ke rumah kakak yg laen di kota K. Jarak antara kota T dan kota K kira2 40 km yg biasanya ditempuh melalui taksi, dan tau sendiri namanya di kampung pada jaman itu taksi dinaiki bareng rame2 beserta penumpang yg laen.

pas aku ngomong ke kakak bahwa aku sudah mau pulang ke kota K, kakakku pun menyuruh aku agar nanti saja pulangnya agak sorean.. yaa, aku pun okay2 aja dong. memang yg namanya nasib itu nggak bisa dihindari kayaknya. coba kalau pulangnya sesuai rencana, maka aku tidak akan menaiki taksi yg naas itu dan aku tidak akan mengalami kecelakaan tsb. dan bisa2nya aku duduk di depan di samping supir pula pd waktu itu.

tapi walau bagaimanapun aku masih selalu merasa beruntung… (indonesian banget yaa ha2…) kenapa beruntung? aku yg biasanya kalo naek mobil gak pernah bisa tidur karena mabuk mobil, herannya pada hari itu aku bisa-bisanya ketiduran.. jadi begitu bangun aku sudah berada di rumah sakit.. sehingga aku nggak tahu bagaimana kecelakaan itu terjadi… hitung2 mengurangi trauma.. 😉

jadi ceritanya samar2 aku mendengar namaku dipanggil-panggil… begitu sadar aku melihat kakakku dan suaminya lagi berdiri di samping ranjang dan aku terbaring di ranjang entah di mana. sangking bingungnya aku pun bertanya ini dimana? terus langsung deh kakakku bilang ke suaminya “tuh kan dia lupa, dia nggak ingat !” sambil dia mulai menangis. terus kakak ipar bercerita kalo aku ada di rumah sakit di kota K. terus aku masih bingung dan bertambah bingung melihat kakakku dan bertanya lagi “bukannya aku lagi kuliah di jakarta ya?” wah, tambah heboh deh kakakku karena dia pikir aku mengalami gegar otak pada waktu itu.

beberapa saat kemudian… ingatanku baru mulai pulih, samar2 aku ingat kalau aku lagi pulang kampung dan bayangan sepintas aku lagi naik taksi dan hujan menerpa kaca jendela mobil dan aku ketiduran, hanya itu yg aku ingat dari kecelakaan tersebut.

ternyata pada hari yg naas itu taksi yg kami naikki ditabrak sebuah truck dari arah berlawanan.. puji tuhan sepertinya semua penumpang selamat. secara detailnya seperti apa aku sih gak pernah nanya dan gak pernah pengen tau juga..

akupun dirawat selama 2 minggu di rumah sakit. mukaku benar2 hancur dengan 27 jahitan. bisakah anda bayangkan… begimana kira2 perasaan seorang gadis belia (ciee… ) dengan muka penuh  jahitan? sungguh pengalaman yg sangat mengerikan untuk diingat… dan tentu saja aku pun selalu bertanya “why me??” pada waktu itu. beruntung suster yg menanganiku cukup lihai dalam jahit-menjahit, skillnya termasuk top untuk skala rumah sakit di kota kecil pada jaman itu, jadinya ketika sembuh mukaku gak berantakan2 amat 🙂 dan itu butuh waktu cukup lama untuk kelihatan normal kembali.

ternyata penderitaanku tidak berakhir sampai di situ… beberapa hari setelah itu, aku pun berangkat ke negara tetangga S untuk check up lebih lanjut. besokannya pas lagi buang air kecil tiba2 darah segar keluar mengucur dengan derasnya… ternyata ada pendarahan di ginjal yg terbentur saat kecelakaan. sekali lagi, beruntung aku berangkat ke negara S pada waktu itu 🙂 pendarahan berlangsung selama beberapa hari, bahkan aku telah membayangkan bahwa aku akan mati… dan aku pun sangat takut, namun akhirnya aku pun pasrah dan sudah siap seandainya tuhan memanggilku… aku sudah benar2 merasa damai.

dari sebuah buku yg pernah aku baca.. ada seorang suster tua yg bercerita bahwa dari pengalamannya dalam merawat pasien, kebanyakan dari mereka pd awal2nya sangat takut akan kematian, namun ketika kematian itu datang menjemput.. sebagian besar dari mereka meninggal dalam damai. aku pikir ini ada benarnya setelah aku sendiri pernah mengalami momen spt itu.

satu kalimat dari dokter yg menangani aku yg aku ingat sampai sekarang “manusia itu tidak segampang itu mati” katanya. mendengar itu semangatku untuk hidup pulih kembali.. and here i am 😉

mungkin karena masih muda waktu itu jadi aku pulih dengan cepat. sebulan kemudian aku sudah kembali ke jakarta untuk kuliah.. namun kejadian tersebut membawa trauma yg berkepanjangan. setiap kali buang air kecil aku selalu melihat ke bawah kalau2 ada darah yg keluar, dan aku sangat takut kalau naik taksi. ketakutan2 tsb berlangsung bertahun-tahun lamanya. itu pula sebabnya aku hingga saat ini tidak berani menyetir mobil. dengan kondisi transportasi ibu kota yg sangat semrawut itu aku bisa bertahan (naik bus, angkot, bajaj dan kadang2 taksi). selama 16 tahun nge-bus di jakarta, i’ve seen it all… mungkin bisa ditulis 1 post khusus pengalaman nge-bus di jakarta 🙂

sekarang ini lagi mikir2 apakah mau belajar nyetir atau kagak… masih bingung. rasanya kok gak masuk logika apabila aku belajar nyetir sedangkan pelayanan transportasi umum di sini begitu bagus.. ya kan?

tidak ada yg pasti di dunia ini, kematian adalah pasti.. namun jika harus mati di dalam kapal yg tenggelam di lautan yg dingin dan gelap… sungguh sangat mengerikan. berhari-hari setelah kejadian ferry yg tenggelam itu aku selalu terbayang-bayang dengan betapa mengerikannya momen2 terakhir yg dihadapi para penumpang yg sebagian besar adalah anak2 sekolah itu.. dan bagaimana keluarga mereka bisa bertahan dalam kondisi spt itu. sungguh suatu cobaan yg sangat berat.

begitu juga dengan para penumpang di pesawat yg hilang itu.. walaupun katanya kalo kecelakaan pesawat, segala sesuatu terjadi dengan sangat cepat sehingga para korban mungkin tidak akan merasakan apa2… but still.

seringkali yg ditinggalkan lebih menderita daripada yg pergi. namun walau bagaimanapun “a living person needs to live”. semoga semuanya pergi dalam damai… dan keluarga diberi kekuatan.

amen..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

lika – liku menyusui

071030hadiahSudah lama sebenarnya ingin bercerita dan berbagi pengalaman tentang menyusui bayi, karena ternyata ada begitu banyak hal2 dan hil2 di balik susu dan menyusui, yg “i wish i knew” pada wkt itu.

menyusui bayi itu adalah pekerjaan yg SULIT… setidaknya itulah pengalamanku selama 22 bulan menyusui ms K.

menyusui bayi itu bukanlah tradisi di keluargaku. dari pengalaman 3 orang kakak perempuan dan 5 orang kakak ipar perempuanku, jarang sekali ada dari mereka yg menyusui keponakan2ku sampai lebih dari 3 bulan. gak tau kenapa menyusui bayi itu kelihatannya tidak begitu trend pada waktu itu.. dan semua keponakan tetap tumbuh dengan sehat dan cerdas bersama susu formula tentunya 🙂

setelah hamil dan banyak membaca tentang manfaat menyusui, maka kita pun bercita-cita minimal harus menyusui ms K sampai dia berusia 3 bulan dan paling lama 6 bulan saja. ternyata realisasinya jadi 22 bulan bok.. ini lebih disebabkan oleh kegagalan dalam perencanaan karena tidak berpengalaman.. maklum aja, first-time mom.

menyusui somehow tidaklah sealami seperti yg aku bayangkan sebelumnya. awalnya kirain menyusui itu sangatlah mudah.. ternyata setelah mengalami sendiri baru tahu begitu banyak hal yg perlu diketahui dan dipelajari dalam menyusui bayi. berikut adalah beberapa yg aku ingat cukup penting untuk diketahui. semoga postingan ini bermanfaat bagi ibu2 yg sedang maupun yg akan menyusui babynya.

1. awal melahirkan. menurut teori, asi akan mulai berproduksi beberapa saat setelah melahirkan.. tetapi kenyataannya asi-ku baru keluar pada hari kelima setelah K lahir, itu pun dengan bantuan obat yg disemprotkan ke hidung (lupa apa namanya, kayaknya sejenis hormon gitu). menurut teori juga katanya bayi yg baru lahir punya cadangan makanan, jadi bayi bisa tahan 2-3 hari tanpa diberi makan. karena K nangis terus, jadi akhirnya dia diberi susu formula 12 jam setelah lahir.. baru deh dia anteng.

yg bikin takjub adalah, bayi itu begitu diberikan ke kita sesaat setelah lahir, dia sudah bisa mencari dimana puting susu ibunya berada, walaupun mereka belum bisa melihat spt kita.. jadi kenapa puting susu itu berwarna gelap adalah agar lebih mudah dispot oleh bayi.. supaya asi cepat berproduksi ada baiknya ibu hamil sering2 me-massage payudara pasa saat hamil tua.. begitulah kira2 yg aku baca di internet dan sharing teman sekamar waktu melahirkan di RS dulu.

2. awal menyusui.. air susu yg diproduksi banyak sekali, karena supply and demand belum terbentuk. aku yg biasanya pake bra cup A berubah menjadi cup E.. sepertinya cukup untuk menyusui 2-3 bayi sekaligus. sangking banyaknya asi, pernah malam2 terbangun dalam kaget karena kasur basah oleh asi.. sejak itu mulai pake busa di dalam BH. pernah juga diserang kedinginan yg luar biasa, sampai mau berdiri aja susah, gigi gemeretak, selimut berlapis-lapis .. cepat2 hubungi RS, dibilang itu biasa, just keep nursing your baby katanya.

dua minggu pertama menyusui, puting susu rasanya sakit luar biasa karena lecet. jadi begitu bayinya nyusu, rasanya kepengen teriak aja.. pokoknya sakit dee, untung masa itu cepat berlalu. obat paling mujarab bagi susu yg lecet adalah diolesi dengan asi itu sendiri, gampangkan?

IMG_0786

3. supply dan demand. ternyata teori demand & supply bukan hanya berlaku di pasar saja 🙂 katanya beberapa bulan setelah menyusui, produksi asi akan disesuaikan dengan banyaknya asi yg dibutuhkan si bayi. kenyataan yg aku alami adalah produksi asi baru mulai stabil setelah 7 bulan kemudian. jadi setiap hari harus dipompa karena supply over demand, kalo gak dipompa susunya jadi penuh dan sakit. asi hasil pompa disimpan dikulkas yg akhirnya gak pernah kepake dan dibuang, karena ms K kagak mau minum pake botol susu.

jadi ada baiknya bayi sekali-sekali diberi asi pake botol susu, jadi kapan2 aja mau switch gampang. hal ini tidak pernah terpikirkan olehku, aku pikir kapan2 aja mau kasih botol susu no problem.. ternyata tidak begitu sodara2..

3 bulan pertama, menyusui itu cukup bikin aku stress juga. karena air susunya banyak, K selalu kesedak kalo lagi nyusu karena asi yg mengalir melebihi kapasitas mulutnya yg kecil.. terus dia nangis2, mamanya pun ikutan stress jadinya. setelah dia agak besar dan produksi asi mulai menurun barulah situasi agak terkendali dikit.

4. mastitis dan teman2nya… mastitis adalah infeksi pada saat menyusui, yg disebabkan oleh aliran susu tersumbat dan bakteri dari kulit kita. selama menyusui aku beberapa kali mengalami aliran susu tersumbat, tetapi beruntung belum sampai mastitis. ada seorang teman yg bercerita, dia pernah mengalami mastitis dan sampai harus  dioperasi di RS (dimasukan selang ke payudara untuk mengeluarkan cairan infeksi/nanah), mengerikan yaa..

kondisi aliran susu tersumbat itu cukup sakit dan sangat tidak nyaman. kadang bisa berlangsung sampai 2-3 hari. apabila dibiarkan maka supply asi akan menjadi berkurang. cara yg ampuh menurut pengalamanku adalah dengan memijit agak keras pada bagian yg alirannya tersumbat pada saat bayi sedang menyusui.

5. foremilk dan hindmilk. pada saat menyusui ternyata ada 2 jenis asi yg terproduksi. pada saat bayi menyusui, asi yg pertama kali keluar adalah foremilk, berupa susu yg lebih bening.. baru kemudian keluar asi yg namanya hindmilk, berupa susu yg lebih kental. foremilk lebih banyak mengandung karbohidrat dan vitamin yg sangat baik untuk perkembangan otak bayi, sedangkan hindmilk lebih banyak mengandung lemak yg penting untuk pertumbuhan berat badan bayi.

untuk mendapatkan manfaat asi yg maksimal, bayi harus mendapatkan foremilk dan hindmilk yg seimbang. untuk itu, susuilah bayi pada satu sisi agak lama atau sampai susu terasa empty, baru bayi dipindahkan ke susu sebelahnya. apabila produksi susu anda sangat banyak, ada baiknya dipompa dulu sedikit, kalo tidak bayi akan keburu kenyang hanya dengan foremilk saja. begitu kira2 nasehat dari mbah2 dan sesepu ahli dalam susu dan menyusui 🙂

6. makan dan minum musti banyak pada saat menyusui, jangan dulu mikirin diet, karena tanpa diet pun pasti akan kurus kembali dengan sendirinya. karena untuk memproduksi asi itu dibutuhkan energi yg besar, jadi kalo makan dan minumnya kurang makan produksi asi tidak akan banyak.

ada makanan dan minuman tertentu yg dapat meningkatkan supply asi. tetapi efeknya bagi setiap orang sepertinya berbeda-beda. kalo aku dulu cocoknya makan semangka, kacang tanah dan nasi putih. supaya supply asi terjamin maka harus rajin menyusui, biasanya 3 jam sekali, termasuk malam hari juga. kalo bayinya uda mulai sleep through the night, biasanya harus rajin pompa. aku sih dulu lebih enak menyusui sambil tidur daripada harus bangun dan mompa susu 😉 lagi pula ms K baru sleep through the night setelah berumur setahun, itu pun musti kita train dulu.

stress juga  berpengaruh pada produksi asi, jadi sebisa mungkin relax… gampang sih teorinya, tetapi prakteknya semua ibu pasti pernah mengalami stress dalam mengurus bayi. apalagi yg ngurus sendirian di negeri orang, mertua tinggal jauh lagi… waahh.

ASI adalah the perfect food for you baby, it is so true. ASI mengandung segala gizi yg dibutuhkan bayi anda, siap saji dan paling hygienic.. uda gitu gratis pula 🙂

so apabila anda mengalami kesulitan dalam menyusui… don’t give up, it will get better and better. bagi ibu2 yg karena satu dan lain hal tidak bisa menyusui bayinya.. menurutku susu formula pun baik juga untuk si bayi, hanya saja kita musti pinter2 memilih.. apalagi di indonesia yg terdapat begitu banyak merk susu bayi. kalo di sini cuma ada 1 merk saja, jadi gak ada pilihan.

sekian dulu cerita susunya.. semoga sharing pengalaman ini bermanfaat. pengalaman setiap ibu dalam menyusui berbeda-beda, so bisa saja anda tidak mengalami kendala2 yg disebutkan di atas alias lancar2 saja.. semoga 🙂

6 tahun di norwegia

waktu terasa semakin cepat berlalu, ternyata uda 6 tahun tinggal di sini.

tahun pertama: belajar bahasa norwegia + nguli

tahun kedua dan ketiga: kuliah lagi + nguli, terus hamil

tahun keempat dan kelima: sibuk menjadi ibu (yg sempurna)

tahun keenam: masih sibuk menjadi ibu (cukup ibu yg baek saja) + sebut saja midlife crisis 🙂

walaupun sepertinya gak ngapa2in di sini, ternyata lumayan sibuk juga…

kalau ditanya apa pencapaian terbesar setelah pindah ke sini?? tentu saja melahirkan dan membesarkan ms K. tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalo punya anak itu ternyata adalah pengalaman yg membawa kebahagiaan begitu besar. one can never really undertand how it feels like to be mom until she becomes one, so true..

setiap hari kami mengucap syukur pada tuhan for our miracle daughter.. dengan adanya ms K, rasanya jadi lebih betah juga tinggal di sini…she is my biggest comfort in time of crisis and of course my dear husband too.

WP_000308

ada teman yg berteori bahwa lamanya waktu yg dibutuhkan agar seseorang merasa betah tinggal di LN adalah usia orang tersebut pindah ke LN dibagi dengan 4. contohnya kalo aku pindah ke sini saat usia 36, berarti butuh waktu kira-kira 9 tahun (36 : 4) untuk merasa betah. mungkin ada benarnya juga yaa.. semakin tua usia kita saat pindah maka semakin lama waktu yg dibutuhkan untuk beradaptasi.

tapi tentu saja tergantung juga pindahnya ke negara mana dulu.. kalo pindahnya cuma singapore pastinya akan lebih cepat betah. faktor laen adalah kepribadian.. ada teman yg benar2 merasa gak betah di sini.. tiap kali ketemu ceritanya kepengen pindah/pulang ke indonesia.

ada juga beberapa teman yg sangat cepat/pintar beradaptasi.. baru 1 – 2 tahun tinggal di sini rasanya sudah spt orang lokal saja.. kalo 17 mei uda ikut mengenakan bunad (pakaian adat lokal) dan kalo ketemu sesama orang indonesia ngomongnya bukan lagi pake bahasa indonesia tetapi bahasa norsk. terus kalo pas summer juga gaya2nya udah persis banget kayak orang lokal.

sungguh bikin ngiri…

hingga kini pun aku masih merasa cuma numpang tinggal doang di sini…(padahal emang numpang ya..) tetap gak peduli dengan masalah politik dan ekonomi di sini… baca koran/majalah lokal juga masih ogah. hampir boleh dikatakan gak punya temen orang lokal… bahasa norway uda banyak yg lupa juga. selalu beralasan “gw kan ibu rumah tangga”.

bener2 merasa spt katak dalam tempurung.. rasanya tidak baek juga lama2 jadi ibu RT.

parah… parah banget.. i need to do something.

sekian dulu.. permisi, mau nyari koran ke belakang 🙂