my journey to motherhood (2)

December 21, 2011

Uda sebulan lebih ternyata cerita bersambungnya belum berhasil juga disambung, he2.. Ternyata hidup pun tidaklah lebih santai setelah baby K lebih gede spt skrg ini. Jadi mengerti skrg mengapa orang suka menyebut anak itu sebagai “buntut”, mending kalo cuma buntut yg diam menempel, ini adalah buntut yg bikin lelah secara fisik dan mental :lol:

Apalagi bulan lalu aku kena flu dan batuk yg berat banget sampe bernafas aja tulang rusukku pada sakit semua.. sakitnya luar biasa banget, sampe bikin nangis! Baru sembuh 3 hari uda kena lagi flu dan batuk.. Terus suami musti tugas keluar kota lagi, maka lengkaplah penderitaanku. Bersyukur semua uda berlalu skrg :)

Trying to conceive: Saat sebelum menikahpun kita telah sepakat kalo punya anak ya sangat disyukur, kalo nggak juga nggak pa2, mengingat usia kami yg uda nggak muda lagi. Setelah beberapa saat program dan nggak berhasil, ternyata hasrat untuk memiliki anak malah menjadi semakin besar, he2.. Akhirnya kita ke dokter dee.. setelah ditest segala macam, maka disimpulkan bahwa kesempatan kami untuk hamil termasuk yg minim, karena FSH-ku di atas rata2.. yg artinya persediaan telur sudah tinggal sedikit dan suami pun ada masalah dgn kualitas dan kuantitas, he2.. Sempat shock juga mendengar kabar spt itu dari dokter. Sedihnya tidak spt sperm yg bisa diproduksi setiap saat, sel telur pada wanita sudah ditentukan jumlahnya sejak lahir, dan jumlah tsb terus berkurang sejalan dgn bertambahnya usia.

Terus dokter menganjurkan kami untuk mengikuti IVF, mengingat usia juga katanya. Akhirnya pada awal tahun 2009, dimulailah program IVF yg sangat melelahkan, baek fisik maupun mental. IVF cycle pertama, tidak berhasil hamil. Kemudian bbrp hari setelah kami memulai IVF cycle kedua, aku malah hamil.. secara alami, AJAIB !! Senangnya bukan maen, namun baby junior tidak berkembang dengan baek. Berpikir bahwa keajaiban hanya terjadi sekali saja.. maka kamipun tidak menunggu terlalu lama untuk memulai IVF yg kedua. Cycle yg kedua juga ternyata tidak berhasil hamil. Karena kesedihan yg mendalam, maka kami memutuskan untuk take a longer break sebelum memulai IVF #3 di awal tahun 2011, dan ini akan menjadi usaha kami terakhir untuk punya anak… that’s it, enough is enough dan seandainya tidak berhasil lagi, we must go on with our life. Namun pada bulan Oktober 2010, ternyata aku berhasil hamil lagi secara alami.. tentu saja senangnya luar biasa, hampir2 tidak percaya, too good to be true.. :D

The pregnancy: Setelah mengalami keguguran sekali.. maka begitu hamil lagi, trauma keguguran senantiasa menghantui. Mencoba seoptimis mungkin, namun sempat juga beberapa kali down.. masih sering gak percaya kalo this time it’s gonna work. Selama hamil 9 bulan itu perasaan khawatir selalu hadir di selah2 kebahagiaan. Hidup bagaikan menghitung hari, minggu dan bulan… Setelah lewat trimester pertama, perasaan juga belum bisa tenang, krn harus test down syndrome segala. Setelah berhasil lolos test, tetap aja gak bisa tenang juga, begitu babynya agak lama nggak gerak2, langsung kebayang tali plasenta yg mungkin melilit di leher baby.. atau mungkin telah terjadi sesuatu.. waa, mungkin itulah akibatnya kebanyakan baca2 di internet.. :)

Susah dan sedihnya hamil di negeri orang.. lagi mual2 pun masih harus memasak sendiri, ngidam seringkali nggak terpenuhi. Selama hamilpun aku nggak nafsu makan, beda dengan ibu2 hamil pada umumnya yg doyan makan. Biasanya menjelang malam sebelum tidur suka kepengen makan ini itu sampe ngiler2, terus begitu besoknya dimasak.. malah nggak nafsu makan. Waa.. pokoknya aneh dee..

The birth of my daughter: Begitu kehamilan memasuki minggu ke 37, perut uda berat banget rasanya. Ingin cepat2 melahirkan saja. Begitu air ketuban keluar pada minggu ke 39, perasaan langsung seneng, panik dan deg2kan banget. Seneng karena masa2 hamil akan segera berakhir dan menurut teori yg kubaca, jika air ketuban keluar biasanya proses melahirkan akan lebih cepat. Namun tidaklah demikian yg aku alami. Baby K baru lahir 24 jam setelah air ketuban keluar.. itu pun harus dgn bantuan di-vakum/sedot. Segala macam obat perangsang kontraksi telah diberikan dan sakitnya jangan ditanya lagi.. Kira2 begini analoginya pada saat2 terakhir menjelang kelahiran: hasrat BAB uda sangat besar sekali, tetapi yg harus dikeluarin itu segede gajah, kira2 begitu dee sakitnya :) Untung juga ada yg namanya epidural. Beberapa kali teriak2 minta di C-section krn uda nggak kuat, tapi bidannya tetap aja cool, cuma bilang: yes, you can do it.

Setelah baby K lahir pun aku uda nggak bisa lagi nangis2 bahagia spt yg diliat di film2, yg ada hanya perasaan lega yg luar biasa, yg nangis2 malah suami :) Setelah ditimbang ternyata baby K beratnya 3602 gram. Terang aja susah keluarnya. Ternyata rajin jalan2 sore sewaktu hamil tidak membantu proses kelahiran sama sekali. Sebelumnya aku pikir baby K paling 3kg aja karena berat badan cuma naek 10kg selama hamil. Setelah melahirkan aku pun harus dirawat lagi selama 5 hari di RS krn kurang darah. Dua bulan pertama setelah melahirkan adalah masa2 yg berat buat aku (sakitnya pasca melahirkan, sulitnya menyusui, kurang tidur, dll.) so, i did cry a few time.. bukan ibu yg baek, he2..

Despite the hardship of taking care of baby K, she is my dream come true, and I thank God everyday for our beautiful daughter that I once thought I would never have.

Merry Christmas and Happy New Year 2012 :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.