my journey to motherhood (1)

November 4, 2011

Uda lama ingin bercerita mengenai perjalanan kami untuk memiliki baby, tapi tertunda terus.. baby-nya pun uda mau 5 bulan sekarang he2..

Ada pepatah yg mengatakan “segala sesuatu itu terjadi indah pada waktunya”

Dalam perjalanan hidupku.. aku selalu merasa bahwa fase2 yg kulalui dalam hidup ini selalu lebih telat dari rata2 orang pada umumnya. Mari kita simak satu per satu :)

Masuk sekolah: Anak2 di generasiku rata2 mulai masuk SD pada usia 7 th.. nah, berhubung aku waktu kecil tinggalnya di kampung, maka aku baru mulai sekolah ke kota di usia 8 th.. boro2 masuk TK. Sebenarnya sih sebelum2nya juga uda mulai ke sekolah di kampung, tetapi yg namanya sekolah kampung cuma ada 1 pak guru dan 2 ruang kelas.. tentu saja tidak maksimal hasilnya. Walau pun begitu, aku sangat bersemangat dan senangnya bukan maen waktu mulai masuk sekolah di kampung.

Terus nggak lama kemudian sekolahnya malah tutup.. maka aku pun pindah ke kota dan tinggal bersama nenek dan tanteku dan sodara2 ku yg laen yg uda lebih duluan pindah. Mungkin berhubung anak bungsu juga,  disayang.. ciieee.. maka dikirim ke kotanya pun rada telat. Tetapi ibuku pernah bercerita bahwa aku sangat takut dengan nenekku, maka kalo disuruh tinggal di sono aku selalu nangis minta pulang.. Aku pun lupa2 ingat, kayaknya ada benarnya. Maka begitu nenek meninggal, aku mau tinggal dan bersekolah di sana.

Waa.. ini mau cerita punya baby kok flash back nya jauh sekali :lol:

Menikah: Teman2ku rata2 menikah di usia 25 – 28 taon, se-telat2nya 30 th. Aku baru ketemu jodohku di usia 34 th dan menikah di usia 36 mendekati 37 th.. telat banget :) Yaa.. sama spt anak muda laennya, tentu sempat jatuh bangun juga aku mengejar cinta ha2.. Tetapi memang bener loo.. kalo bukan jodohnya, mau jungkir balek kayak apa pun nggak bakal jadi. Begitu ketemu yg emang jodohnya, perjalanan menjadi sangat gampang dan mulus2 saja, bahkan ala long distance sekali pun, no problem..  :)

Walau pun dulu jomblonya lama, tetapi aku termasuk jomblo yg bahagia, mandiri, mapan secara karir dan financial.. ciieee… Aku nggak pernah merasa risih jalan2 sendiri di mall atau pun menghadiri pesta pernikahan sendirian tanpa pendamping. Dan kalo ada yg iseng bertanya, kapan nih dapat gelar Ny.. maka aku selalu menjawab : semoga ASAP, he2.. memang waktu itu sih belum give up juga untuk mendapatkan pujaan hati. Dan orang2 tentu saja suka bilang kalo aku banyak milih2.. maka tanpa segan2 juga aku menjawab: ya iyalah.. masak asal comot aja. Sebenarnya juga syarat2nya nggak yg muluk2 amat kok.. yg penting baek, rajin bekerja, dan kalo pagi bangun tidur saat menoleh ke samping kita nggak kaget (artinya: yg nggak jelek2 amat sampe bikin kaget) :lol:

Akhirnya pada usia ke 33 aku memutuskan yasud lah.. aku memilih hidup sendiri saja, krn mau menikah dan punya anak pun uda ketuaan.. dan lagi hidup sendiri toh juga nyaman2 saja. Alasan laen adalah kedua ortuku uda nggak ada, jd keputusan utk hidup sendiri tidak akan melukai perasaan mereka. Tetapi keluargaku juga nggak reseh2 amat, paling cici2ku aja yg suka nanya. Ibuku uda lama meninggal, sedangkan papaku tidak pernah menyinggung sama sekali. Beliau cuma pernah mengeluh secara terselubung, bahwa nggak baek buat anak cewek utk sekolah tinggi2.. ujung2nya nggak mau menikah, aku cuma bisa pura2 nggak ngerti bahwa yg dimaksud adalah aku, he2…

Teman baekku pernah mengatakan bahwa orang yg mampu hidup sendiri itu berarti dia sudah hidup di level yg lebih tinggi.. benar kayaknya :)

Namun Tuhan punya rencana laen.. Dia mengirimkan seseorang kepadaku, yg skrg menjadi suamiku :)

Punya baby: Anakku baru lahir pada bulan Juni 2011, 2 bulan sebelum ulang taonku yg ke – 40, setelah kami berusaha kurang lebih sejak kami menikah di bulan Maret 2008. Pada saat menghadiri acara kumpul2 ibu dan anak yg diadakan di kotaku, aku termasuk ibu paling tua dalam grup. Namun demikian, aku tetap merasa sangat bersyukur, it’s like a dream comes true.. Tuhan sangat baek kepadaku :D

Bersambung ke part 2…

2 Responses to “my journey to motherhood (1)”

  1. Wah. Gak sabar pengen baca lanjutannya :)

    You are 40 now? You don’t look like one! :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.