Gigi

October 31, 2011

Aku termasuk orang yg suka panik kalo ada masalah yg berhubungan dengan gigi. Kesehatan gigi bagiku adalah sangat2 penting. Bahkan dalam hal mencari suami, gigi adalah salah satu kriteria.. yaitu harus bersih dan gak ada yg palsu, selain tentu saja nggak merokok dan minum2 (ato miras) :lol:

Beberapa hari yg lalu pas lagi ngaca2 ketemu bercak hitam di sela2 gigi. Langsung panik daftar ke dokter gigi. Sebenarnya gak kepengen banget ke dokter gigi di sini karena mahalnya itu. Tetapi apa boleh buat, uda 2 taon lebih gak ke dokter gigi, takut ada kenapa2 dan berhubung rencana pulang kampung masih bulan Januari nanti, dan itu pun belum tentu jadi.

Dokter gigi di sini ternyata lumayan rame. Pas mau daftar dokter langganan suami ternyata dia fully booked sampe akhir November. Terus cari dokter laen dee.. cuma nunggu beberapa hari. Dalam hati pikir, kok yg ini nggak pake ngantri yaa.. mungkin kurang bagus kali yee. Dan memang terbukti hari ini.. layanannya si bagus, tetapi hasilnya sangat tidak memuaskan. Setelah di foto, katanya semuanya ok, maka cuma dibersihin saja, bahkan karang gigi pun nggak ada.. so, nggak sampe 15 menit uda kelar. Biayanya 780 kroner.

Begitu sampe di rumah langsung ngaca dong.. eh, kok masih ada itam2nya.. apanya yg dibersihin?? Sebel jadinya. Kalo di Indo pastinya dibersihin sampe kinclong :)

Memang biaya kesehatan di sini termasuk mahal dan nggak ada apa2nya dibanding Indo. Di tempat kerjaku dulu biaya dokter umum, dokter gigi semua ditanggung perusahaan, bahkan termasuk suami/istri dan 3 orang anak si pegawai. Tiap 6 bulan sekali kontrol ke dokter gigi, GRATIS !! Di sini ke dokter umum pun harus bayar, minimal 160kroner.. Pernah sekali ke rumah sakit cuma buat disampein hasil lab sama dokternya (nggak sampe 1 menit), kena biaya 308kroner… sebelumnya diperiksa cuma pencet2 gak sampe 2 menit kena biaya yg sama.. :(

Nah, yg namanya gratis itu baru dimulai kalo dalam setaon kita uda membayar kalo nggak salah 1700kroner dalam th ybs. Ya, kalo nggak sering sakit2an kan nggak bakal sampe segitu setiap taonnya.

Yaa.. sekedar uneg2.. syukur alhamdulillah, gigiku sehat semuanya :D

6 Responses to “Gigi”

  1. Ha? Doktor umum juga harus bayar? Masa sih?

  2. Wah, aku kira gratis. Disini gratis, kalau di referensi ke dokter spesialis juga gratis. Ke rumah sakit juga gratis perawatan apa aja juga gratis.

    tapi emang kalau dokter gigi disubsidi 50% (alias harus ada bayar dari kantong sendiri)

    • soelitaire said

      Waaa.. lumayan dong Va, sejelek-jeleknya DK, biaya kesehatan masih gratis :D Di sini semua harus bayar, ke fastlege bayar, begitu direferensi ke dokter spesialis juga bayar. Itu sih katanya uda subsidi, tp tetap aja mahal. Yg gratis cuma periksa kehamilan dan melahirkan :) Dokter gigi nggak ada subsidi dan mahalnya minta ampun. Temenku pernah sakit gigi, 2 kali ke dokter gigi habis 8000kr.

  3. Ya disini pajak kan jauh lebih tinggi daripada di Norway, jadi ya gratis :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.