moving to the south
January 21, 2012
Hubby got a job in the city of Arendal, a very old city in south of Norway. We will be moving there in about a week. How unexpected our life is sometimes.. I thought I would be staying in Molde and would not be going any where at least for many more years.
Feeling exciting and kind of sad at the same time. Sad to leave behind the breath taking view from our balcony in Molde, the fiskemannen from whom I can get free fish head from, and of course some good friends I have made during my 4 year of staying here.
Picture of Arendal taken by hubby in November 2011 when he was there for an interview.


my journey to motherhood (2)
December 21, 2011
Uda sebulan lebih ternyata cerita bersambungnya belum berhasil juga disambung, he2.. Ternyata hidup pun tidaklah lebih santai setelah baby K lebih gede spt skrg ini. Jadi mengerti skrg mengapa orang suka menyebut anak itu sebagai “buntut”, mending kalo cuma buntut yg diam menempel, ini adalah buntut yg bikin lelah secara fisik dan mental
Apalagi bulan lalu aku kena flu dan batuk yg berat banget sampe bernafas aja tulang rusukku pada sakit semua.. sakitnya luar biasa banget, sampe bikin nangis! Baru sembuh 3 hari uda kena lagi flu dan batuk.. Terus suami musti tugas keluar kota lagi, maka lengkaplah penderitaanku. Bersyukur semua uda berlalu skrg
Trying to conceive: Saat sebelum menikahpun kita telah sepakat kalo punya anak ya sangat disyukur, kalo nggak juga nggak pa2, mengingat usia kami yg uda nggak muda lagi. Setelah beberapa saat program dan nggak berhasil, ternyata hasrat untuk memiliki anak malah menjadi semakin besar, he2.. Akhirnya kita ke dokter dee.. setelah ditest segala macam, maka disimpulkan bahwa kesempatan kami untuk hamil termasuk yg minim, karena FSH-ku di atas rata2.. yg artinya persediaan telur sudah tinggal sedikit dan suami pun ada masalah dgn kualitas dan kuantitas, he2.. Sempat shock juga mendengar kabar spt itu dari dokter. Sedihnya tidak spt sperm yg bisa diproduksi setiap saat, sel telur pada wanita sudah ditentukan jumlahnya sejak lahir, dan jumlah tsb terus berkurang sejalan dgn bertambahnya usia.
Terus dokter menganjurkan kami untuk mengikuti IVF, mengingat usia juga katanya. Akhirnya pada awal tahun 2009, dimulailah program IVF yg sangat melelahkan, baek fisik maupun mental. IVF cycle pertama, tidak berhasil hamil. Kemudian bbrp hari setelah kami memulai IVF cycle kedua, aku malah hamil.. secara alami, AJAIB !! Senangnya bukan maen, namun baby junior tidak berkembang dengan baek. Berpikir bahwa keajaiban hanya terjadi sekali saja.. maka kamipun tidak menunggu terlalu lama untuk memulai IVF yg kedua. Cycle yg kedua juga ternyata tidak berhasil hamil. Karena kesedihan yg mendalam, maka kami memutuskan untuk take a longer break sebelum memulai IVF #3 di awal tahun 2011, dan ini akan menjadi usaha kami terakhir untuk punya anak… that’s it, enough is enough dan seandainya tidak berhasil lagi, we must go on with our life. Namun pada bulan Oktober 2010, ternyata aku berhasil hamil lagi secara alami.. tentu saja senangnya luar biasa, hampir2 tidak percaya, too good to be true..
The pregnancy: Setelah mengalami keguguran sekali.. maka begitu hamil lagi, trauma keguguran senantiasa menghantui. Mencoba seoptimis mungkin, namun sempat juga beberapa kali down.. masih sering gak percaya kalo this time it’s gonna work. Selama hamil 9 bulan itu perasaan khawatir selalu hadir di selah2 kebahagiaan. Hidup bagaikan menghitung hari, minggu dan bulan… Setelah lewat trimester pertama, perasaan juga belum bisa tenang, krn harus test down syndrome segala. Setelah berhasil lolos test, tetap aja gak bisa tenang juga, begitu babynya agak lama nggak gerak2, langsung kebayang tali plasenta yg mungkin melilit di leher baby.. atau mungkin telah terjadi sesuatu.. waa, mungkin itulah akibatnya kebanyakan baca2 di internet..
Susah dan sedihnya hamil di negeri orang.. lagi mual2 pun masih harus memasak sendiri, ngidam seringkali nggak terpenuhi. Selama hamilpun aku nggak nafsu makan, beda dengan ibu2 hamil pada umumnya yg doyan makan. Biasanya menjelang malam sebelum tidur suka kepengen makan ini itu sampe ngiler2, terus begitu besoknya dimasak.. malah nggak nafsu makan. Waa.. pokoknya aneh dee..
The birth of my daughter: Begitu kehamilan memasuki minggu ke 37, perut uda berat banget rasanya. Ingin cepat2 melahirkan saja. Begitu air ketuban keluar pada minggu ke 39, perasaan langsung seneng, panik dan deg2kan banget. Seneng karena masa2 hamil akan segera berakhir dan menurut teori yg kubaca, jika air ketuban keluar biasanya proses melahirkan akan lebih cepat. Namun tidaklah demikian yg aku alami. Baby K baru lahir 24 jam setelah air ketuban keluar.. itu pun harus dgn bantuan di-vakum/sedot. Segala macam obat perangsang kontraksi telah diberikan dan sakitnya jangan ditanya lagi.. Kira2 begini analoginya pada saat2 terakhir menjelang kelahiran: hasrat BAB uda sangat besar sekali, tetapi yg harus dikeluarin itu segede gajah, kira2 begitu dee sakitnya
Untung juga ada yg namanya epidural. Beberapa kali teriak2 minta di C-section krn uda nggak kuat, tapi bidannya tetap aja cool, cuma bilang: yes, you can do it.
Setelah baby K lahir pun aku uda nggak bisa lagi nangis2 bahagia spt yg diliat di film2, yg ada hanya perasaan lega yg luar biasa, yg nangis2 malah suami
Setelah ditimbang ternyata baby K beratnya 3602 gram. Terang aja susah keluarnya. Ternyata rajin jalan2 sore sewaktu hamil tidak membantu proses kelahiran sama sekali. Sebelumnya aku pikir baby K paling 3kg aja karena berat badan cuma naek 10kg selama hamil. Setelah melahirkan aku pun harus dirawat lagi selama 5 hari di RS krn kurang darah. Dua bulan pertama setelah melahirkan adalah masa2 yg berat buat aku (sakitnya pasca melahirkan, sulitnya menyusui, kurang tidur, dll.) so, i did cry a few time.. bukan ibu yg baek, he2..
Despite the hardship of taking care of baby K, she is my dream come true, and I thank God everyday for our beautiful daughter that I once thought I would never have.
Merry Christmas and Happy New Year 2012
my journey to motherhood (1)
November 4, 2011
Uda lama ingin bercerita mengenai perjalanan kami untuk memiliki baby, tapi tertunda terus.. baby-nya pun uda mau 5 bulan sekarang he2..
Ada pepatah yg mengatakan “segala sesuatu itu terjadi indah pada waktunya”
Dalam perjalanan hidupku.. aku selalu merasa bahwa fase2 yg kulalui dalam hidup ini selalu lebih telat dari rata2 orang pada umumnya. Mari kita simak satu per satu
Masuk sekolah: Anak2 di generasiku rata2 mulai masuk SD pada usia 7 th.. nah, berhubung aku waktu kecil tinggalnya di kampung, maka aku baru mulai sekolah ke kota di usia 8 th.. boro2 masuk TK. Sebenarnya sih sebelum2nya juga uda mulai ke sekolah di kampung, tetapi yg namanya sekolah kampung cuma ada 1 pak guru dan 2 ruang kelas.. tentu saja tidak maksimal hasilnya. Walau pun begitu, aku sangat bersemangat dan senangnya bukan maen waktu mulai masuk sekolah di kampung.
Terus nggak lama kemudian sekolahnya malah tutup.. maka aku pun pindah ke kota dan tinggal bersama nenek dan tanteku dan sodara2 ku yg laen yg uda lebih duluan pindah. Mungkin berhubung anak bungsu juga, disayang.. ciieee.. maka dikirim ke kotanya pun rada telat. Tetapi ibuku pernah bercerita bahwa aku sangat takut dengan nenekku, maka kalo disuruh tinggal di sono aku selalu nangis minta pulang.. Aku pun lupa2 ingat, kayaknya ada benarnya. Maka begitu nenek meninggal, aku mau tinggal dan bersekolah di sana.
Waa.. ini mau cerita punya baby kok flash back nya jauh sekali
Menikah: Teman2ku rata2 menikah di usia 25 – 28 taon, se-telat2nya 30 th. Aku baru ketemu jodohku di usia 34 th dan menikah di usia 36 mendekati 37 th.. telat banget
Yaa.. sama spt anak muda laennya, tentu sempat jatuh bangun juga aku mengejar cinta ha2.. Tetapi memang bener loo.. kalo bukan jodohnya, mau jungkir balek kayak apa pun nggak bakal jadi. Begitu ketemu yg emang jodohnya, perjalanan menjadi sangat gampang dan mulus2 saja, bahkan ala long distance sekali pun, no problem..
Walau pun dulu jomblonya lama, tetapi aku termasuk jomblo yg bahagia, mandiri, mapan secara karir dan financial.. ciieee… Aku nggak pernah merasa risih jalan2 sendiri di mall atau pun menghadiri pesta pernikahan sendirian tanpa pendamping. Dan kalo ada yg iseng bertanya, kapan nih dapat gelar Ny.. maka aku selalu menjawab : semoga ASAP, he2.. memang waktu itu sih belum give up juga untuk mendapatkan pujaan hati. Dan orang2 tentu saja suka bilang kalo aku banyak milih2.. maka tanpa segan2 juga aku menjawab: ya iyalah.. masak asal comot aja. Sebenarnya juga syarat2nya nggak yg muluk2 amat kok.. yg penting baek, rajin bekerja, dan kalo pagi bangun tidur saat menoleh ke samping kita nggak kaget (artinya: yg nggak jelek2 amat sampe bikin kaget)
Akhirnya pada usia ke 33 aku memutuskan yasud lah.. aku memilih hidup sendiri saja, krn mau menikah dan punya anak pun uda ketuaan.. dan lagi hidup sendiri toh juga nyaman2 saja. Alasan laen adalah kedua ortuku uda nggak ada, jd keputusan utk hidup sendiri tidak akan melukai perasaan mereka. Tetapi keluargaku juga nggak reseh2 amat, paling cici2ku aja yg suka nanya. Ibuku uda lama meninggal, sedangkan papaku tidak pernah menyinggung sama sekali. Beliau cuma pernah mengeluh secara terselubung, bahwa nggak baek buat anak cewek utk sekolah tinggi2.. ujung2nya nggak mau menikah, aku cuma bisa pura2 nggak ngerti bahwa yg dimaksud adalah aku, he2…
Teman baekku pernah mengatakan bahwa orang yg mampu hidup sendiri itu berarti dia sudah hidup di level yg lebih tinggi.. benar kayaknya
Namun Tuhan punya rencana laen.. Dia mengirimkan seseorang kepadaku, yg skrg menjadi suamiku
Punya baby: Anakku baru lahir pada bulan Juni 2011, 2 bulan sebelum ulang taonku yg ke – 40, setelah kami berusaha kurang lebih sejak kami menikah di bulan Maret 2008. Pada saat menghadiri acara kumpul2 ibu dan anak yg diadakan di kotaku, aku termasuk ibu paling tua dalam grup. Namun demikian, aku tetap merasa sangat bersyukur, it’s like a dream comes true.. Tuhan sangat baek kepadaku
Bersambung ke part 2…
Gigi
October 31, 2011
Aku termasuk orang yg suka panik kalo ada masalah yg berhubungan dengan gigi. Kesehatan gigi bagiku adalah sangat2 penting. Bahkan dalam hal mencari suami, gigi adalah salah satu kriteria.. yaitu harus bersih dan gak ada yg palsu, selain tentu saja nggak merokok dan minum2 (ato miras)
Beberapa hari yg lalu pas lagi ngaca2 ketemu bercak hitam di sela2 gigi. Langsung panik daftar ke dokter gigi. Sebenarnya gak kepengen banget ke dokter gigi di sini karena mahalnya itu. Tetapi apa boleh buat, uda 2 taon lebih gak ke dokter gigi, takut ada kenapa2 dan berhubung rencana pulang kampung masih bulan Januari nanti, dan itu pun belum tentu jadi.
Dokter gigi di sini ternyata lumayan rame. Pas mau daftar dokter langganan suami ternyata dia fully booked sampe akhir November. Terus cari dokter laen dee.. cuma nunggu beberapa hari. Dalam hati pikir, kok yg ini nggak pake ngantri yaa.. mungkin kurang bagus kali yee. Dan memang terbukti hari ini.. layanannya si bagus, tetapi hasilnya sangat tidak memuaskan. Setelah di foto, katanya semuanya ok, maka cuma dibersihin saja, bahkan karang gigi pun nggak ada.. so, nggak sampe 15 menit uda kelar. Biayanya 780 kroner.
Begitu sampe di rumah langsung ngaca dong.. eh, kok masih ada itam2nya.. apanya yg dibersihin?? Sebel jadinya. Kalo di Indo pastinya dibersihin sampe kinclong
Memang biaya kesehatan di sini termasuk mahal dan nggak ada apa2nya dibanding Indo. Di tempat kerjaku dulu biaya dokter umum, dokter gigi semua ditanggung perusahaan, bahkan termasuk suami/istri dan 3 orang anak si pegawai. Tiap 6 bulan sekali kontrol ke dokter gigi, GRATIS !! Di sini ke dokter umum pun harus bayar, minimal 160kroner.. Pernah sekali ke rumah sakit cuma buat disampein hasil lab sama dokternya (nggak sampe 1 menit), kena biaya 308kroner… sebelumnya diperiksa cuma pencet2 gak sampe 2 menit kena biaya yg sama..
Nah, yg namanya gratis itu baru dimulai kalo dalam setaon kita uda membayar kalo nggak salah 1700kroner dalam th ybs. Ya, kalo nggak sering sakit2an kan nggak bakal sampe segitu setiap taonnya.
Yaa.. sekedar uneg2.. syukur alhamdulillah, gigiku sehat semuanya
2610
October 24, 2011
Untuk mengenang hp kecilku
2610 adalah model hp nokiaku yg telah menemaniku selama 6 tahun. Akhirnya, hari ini aku mengambil keputusan berat (ciieee..) untuk mem-pensiunkannya.
Uda lama kepikir mau mengganti hp, krn hp yg jauh lebih canggih sudah ada 3 biji yg menunggu (tentu hp2 bekas hubby he2..). Tetapi niat selalu tidak terlaksana, selain krn malas, juga krn hp tsb masih bisa menjalankan fungsinya dengan baek, gak canggih – yg penting bunyi aja he2.. Batereinya pun masih bagus.. cuma kalo mati sebelum di-charge, rada sulit untuk menyalakannya kembali
Harga beli waktu itu Rp 930.000, murah tetapi super awet

I have been away for so long.. my last post was dated February 11th. Hopefully will have more time to write again
This date 3 months ago, was our graduation day at the college where I studied my MSc in Logistics. Finally, school was over. I did not attend the graduation ceremony because I was in the hospital with my new born baby.
I defended my thesis on June 8th, a few hours later my water broke and 24 hours later (June 9th) I gave birth to my daughter. It was 10 days earlier than my due date.. perhaps due to all the stress
Will write another post about my journey to motherhood

So another degree has been attained. If in Indonesia, I could write my name proudly followed by all my degrees. Here, people don’t really care about that.. so what gitu loo..
And with all those degrees I don’t even have a job now.. just a full time mummy and housewife.. almost desperate housewife
Life now is basically about nursing, changing diaper, cooking, eating and if lucky enough, sleeping…
Anyway, congratulations Soe !!
Pagi ini kaget pas bangun tidur, karena kok kamar terang sekalee
Ternyata matahari bersinar indah hari ini.. uda lama gak berasakan matahari bersinar terang seharian kek gini.. rasanya kok bahagia sekali he2.. ditambah lagi udara uda jarang2 minus sekarang, walaupun masih saljuan dikit2.
Biasanya kalo matahari bersinar terang begini, bawaannya jadi rajin.. ada aja yg dikerjain.. bersih2 rumah contohnya. Karena debu2 pada keliatan semua.. jadi mau nggak mau musti dibersihin
Biasanya kalo winter gini kan debu2 suka gak keliatan, karena remang2 or gelap terus.. dan anehnya lampu2 di sini juga remang2 adanya, gak terang benderang kayak di indo. Ditambah lagi mata yg minus, yaa.. makin gak jelas deh kalo ada debu2 juga

Beberapa waktu lalu kepengen banget makan japanese cheesecake. Aku termasuk yg nggak bakat nge-baking. Beruntung hubby lumayan pintar nge-bake, maka dicobalah resep entah dari mana..
Dan hasilnya… cheesecake jadinya cuma tipis spt waffle, tp dia tetap bilang enak dan habis dimakan sama dia
Akhirnya aku coba sendiri.. kali pertama nggak begitu enak, kali yg kedua hasilnya lumayan.. tentu gak seenak yg dijual di coffee bean, braed-talk or eaten di jkt.
My japanese cheesecake, attempt #2


